Pages

Subscribe:

Footer3

Footer2

Footer1

Monday, April 6, 2015

1435H Terhangatku (Bagian keempat)

#Lanjutan


Aku memulai kembali beraktifitas...memulai bekerja dengan masih dipenuhi rasa khawatir di kepala yang tidak jelas kapan akan berhenti. Benar memang hari itu aku tidak bisa berkonsentrasi, beberapa rekan kerja menyadari hal itu. Kucoba ceritakan pada mereka...lalu mereka men-support agar aku bersabar dan mendoakan.

Seperti sebelumnya, aku manfaatkan jam istirahat untuk menelepon kakak dan bertanya mengenai perkembangan ibu. "Hari ini dokter spesialis akan periksa ibu dek" ucap kakakku dalam telepon.
"Dokter spesialis? kenapa baru hari ini mau diperiksa? kemarin-kemarin kemana? jadii.... pantes aja kerasa ada yang nge-ganjel.." ucapku menimpali. "Bukan gitu dek.. pas kamu nemenin ibu kebetulan hari libur, terus besoknya dokternya juga dinas di tempat lain..jadi hari ini baru diperiksa" jawab kakakku. Aku menjadi kesal.. lalu kembali berkata "Hhh... tolong pas dokternya mau periksa ibu, temenin pastiin ada hasil, terus dari hasil itu harus ada langkah apa selanjutnya... gimana prosedurnya... pastiin ga ada yang terlewat.. ". Kakakku menjawab "iya-iya dek.. yaudah entar sore dikabarin lagi."

Aku dibuat makin tidak sabar, hasilnya semakin "ga konek" ketika bekerja. Sampai-sampai aku menabrak dinding kaca yang kukira tidak ada. Lalu menjadi "plin-plan". Kacau hariku saat itu, berharap segera selesai dan mendapat kabar kejelasan mengenai penanganan ibu.

Hingga tiba akhirnya jam pulang, aku segera hubungi kakak. "Gimana sih, katanya mau ngabarin?" kumulai obrolan tanpa sapa . Kakakku lalu menjelaskan, "Tadi sudah diperiksa dokter.. hasilnya besok ibu harus dioperasi untuk memeriksa organ usus, maaf dek tadi kakak kecapaian jadi lupa ngabarin kamu dengan segera.. sekarang ibu sedang tidur, sudah diperiksa suster juga dikasih asupan.. kamu bisa tenang, nanti besok kalau bisa jangan hubungi kakak dulu mungkin bakal sibuk, kakak janji akan ngabarin jika sudah ada hasil ya". Mendengar penjelasan dari kakakku itu, aku memang sedikit lega, tetapi bersamaan dengan itu bertambahlah rasa khawatir karena besok ibuku dijadwalkan untuk operasi.

Tapi walaubagaimanapun hari itu sangat terasa berbeda, ketika aku sudah sampai di kontrakan.. beraktifitas menyibukkan diri. Temanku melihat dan berkata "Sep.. mata loe kenapa? dari tadi kaya habis nangis aja..?!". Aku jelaskan bahwa fikiran sedang tak karuan karena rasa khawatir mengenai kondisi ibu . Temanku lalu ikut berempati dan berusaha menghiburku.

Aku berharap besoknya proses jalannya operasi ibuku lancar tanpa ada sesuatu kendala sekecil apapun. Dan kakakku bisa maksimal dalam mendampingi ibu disana serta segera memberi kabar untukku untuk menghapus kemelut fikiran yang tak karuan ini.



#Bersambung





0 comments:

Post a Comment

Blogroll