Pages

Subscribe:

Footer3

Footer2

Footer1

Monday, November 23, 2015

Jalan Baru (Bagian 3)

Aisyah... kuberanikan ta'aruf denganmu...

@sahwani12 

Bagi seorang lelaki apabila dilanda oleh gelombang pikiran yang mengganggu, terutama mengenai seorang wanita. Dalam hal ini seorang akhwat bernama Aisyah yang "sukses" menghantui kehidupanku dengan dahsyatnya.

Tiada waktu selain kepastian salah satunya berinteraksi dengamu Aisyah, apapun yang dapat dibahas kami bahas sampai-sampai kutenggelam dalam khayalan mengenaimu. Komunikasi yang intens dan kekhawatiran akan apa yang kualami menjadi zina hati dan pikiran, menjadi dosa. Maka kucoba untuk menepisnya dengan berpuasa serta mengurangi komunikasi dengannya. Akan tetapi, tetap saja hari-hariku masih diganggu oleh sosoknya.

"Aisyah... dengarlah.. jangan sampai kejadian yang sama seperti Muslimah terulang kembali.."

Tidakkah saat ini kusedang menghadapi berbagai pekerjaan yang harus kuselesaikan. Bagaimana mungkin aku bisa menyelesaikan skripsiku dengan keadaan seperti ini. Belum lagi rutinitas utamaku.

Yang teringat, terlintas serta kutahu adalah jika sudah menghindari, lalu berpuasa untuk membentengi diri dari hasutan fitnah wanita. Cara terakhir adalah dengan menikahinya. Tapi bagaimana mungkin dengan keadaan seperti ini aku bisa menikah? Akupun sudah pernah sekali mengalami ini dan kujadikan masa lalu yang terlewati. Tentang Muslimah yang sudah benar-benar kulupa tanpa membekas sedikitpun.

Tapi hal yang sama terjadi lagi dan kali ini kau Aisyah, seandainya saja kau tahu bagaimana menderitanya saat itu.

Hal yang sama akan kulakukan juga padamu Aisyah.

Saat hatiku sudah mantap, telah kususun bagaimana cara mengutarakan niat. Melalui media yang sering kami pakai untuk komunikasi kuutarakan semua yang kualami.

Pesan untukmu Aisyah:

Aisyah.. aku ingin jujur kepadamu..
Aku terkena penyakit hati dan itu karena sosokmu..


Kau tahu kan kalau aku hanya seorang mahasiswa akhir yang juga pekerja biasa, ibadahku pas-pas'an. Aku bersyukur punya umi yang selalu mendidik dalam hal agama. Tahukah kau Aisyah? Dari cara kau mengingatkan sholat, aku langsung teringat umi, kalian mirip!

Jadi begini Aisyah.. aku ga mau terus2an kehidupanku dihantui sosokmu.. Aku sudah berusaha dan akan terus berusaha membentengi diri. Tetapi jika masih saja, aku bakal utarakan tuk berniat khitbah dirimu..

Aku tak mau syetan terus menggangguku!

Seperti yangg kulakukan kepada Muslimah. Walaupun dia "menolak", aku sudah utarakan saja itu sudah cukup. Tak ada lagi sisa2 penyakit hati.


Nah untukmu Aisyah, jika memang aku terus mengalami penyakit hati ini bersamaan dengan usahaku terus membentenginya,akan kulakukan sperti yang kulakukan kepada Muslimah.

Tetapi..
saat ini diriku sedang menempuh skripsi.. akhir tahun diperkirakan wisuda, aku bukan sedang pesimis, aku hanya ingin sampaikan bahwa jika menikah setelah skripsi selesai itu sudah membuat diriku sdikit plong.


aku juga memiliki rencana tentang membangun kerajaan bisnis bersama istriki kelak..

Maaf Aisyah, jika kau tak sanggup selama itu.. mohon dirimu menghilanglah atau menjaub dari jaungkauanku.

Jika kau sanggup, aku juga masih pesimis.. karena mungkin saat nanti akhirnya kita bertatap muka dirumahmu..

Maaf Aisyah, jika sudah tak kuat, aku pasti blak_blakan.

Satu lagi Aisyah, aku bukan sok pede tapi sudahi main kode2an.

Maaf juga Aisyah.. Maafkan aku..


Abaikan pesanku ini jika kau sedang dalam proses taaruf atau lebih dari itu / sudah menemukan calon pendamping.

--Kang Asep--


"Huuuffttt..!" Aku menarik nafas panjang sesaat setelah mengirim pesan itu.

Terlihat sudah terbaca pesan ku olehnya. Segera kumatikan handphone, rasanya belum siap untuk membaca balasannya. Tapi akhirnya aku beranikan untuk menghidupkan lagi, ternyata masih belum dibalas olehnya.

Aku tunggu lagi sampai ada balasan. Ah mungkin tidak secepat itu dia membalasnya. Aisyah butuh waktu dan sedang mempelajari pesanku yang dirangkai apa adanya.

Kusudahi menunggu jawaban darinya, kupilih untuk menyibukkan diri dengan melakukan sesuatu. Dan sampai pada akhirnya sudah ada jawaban darinya.

Jawaban Aisyah . . . .



#BERSAMBUNG

penasep.blogspot.com

Blogroll