Pages

Subscribe:

Footer3

Footer2

Footer1

Monday, June 8, 2015

1435H Terhangatku ( Bagian Ke enam)

....

Hari itu adalah hari yang kacau, amat kacau. Menunggu kabar mengenai jalannya operasi yang dilakukan ibuku merupakan hal yang menyiksa. Seharian terasa seperti sepanjang tahun.

ilustration
Hingga sampai aku selesai bekerja dan pulang. Masih saja kakakku belum mengabari, aku akhirnya berencana akan menghubungi langsung ketika nanti sudah tiba di kontrakan. Tapi, ketika aku hubungi pada sore hari, nomor telepon kakakku tak bisa dihubungi. Aku sudah tak tahu harus mengeluarkan ekspresi apa. Aku hanya bisa menunggu, aku hanya bisa berdoa dari sini semoga tidak terjadi apa-apa pada ibu.

Aku terpaksa hanya ditemani gelapnya malam untuk meratapi rasa khawatir dan terlelap dalam doa. Semoga Allah melindungi ibu disana.

Keesokan harinya aku bekerja seperti biasa, aku harus berkhusnudzon mengenai perkara ini. Aku harus memahami bagaimana kakakku mengurus segalanya, karena dia juga anak ibu sekaligus kakak kandungku. Aku tak bisa terus egois dan aku harus percaya.

Tak sampai pada siang hari disela-sela melakukan pekerjaan, ponselku berdering dan kulihat nama kakakku menghubungi. Segera kuangkat.

"Dek..!! dek..! sukses..!! sukses!!"

"Apa yang sukses?!"

"Itu.. operasi ibu, lancaaarr..! hhaa"

"Oowwh.. iyaaa.. (Alhamdulillah) "

"Maaf dek.. baru ngabarin.. kemaren itu sibuk banget ngurus semuanya.. ibu sudah boleh pulang.."

"Iya teh... berarti udah ga apa-apa lagi ya..?"

"Udah plong,, seger.. pokoknya udah jauh beda ibu keliatannya.."

"Syukur Alhamdulillah ... nanti pulang deh"

"Jangan sekarang, pas libur kerja aja.. ga repot lagi kalau di rumah"

"Yasudah , makasih teh.. "


Alhamdulillah Allah masih sayang pada ibuku, doa-doa terijabah dan rasa bingung lepaslah sudah.
Allah masih memberikan kesempatan kepada ibuku untuk mencicipi indahnya Ramadhan melalui berbagai ibadah. Melantunkan kalam-kalam-NYA serta mendengar lantunan aya-ayat-NYA yang terkadang sesambil menjelang tertelap biasa dilakukan. Termasuk mendengarkanku dari jauh lewat pengeras suara sebuah Musholla disetiap malam.


Hari demi hari dalam beraktifitas, aku jalani dengan lebih baik dan penuh semangat.







#bersambung


0 comments:

Post a Comment

Blogroll