Pages

Subscribe:

Footer3

Footer2

Footer1

Monday, May 18, 2015

Tunggulah Aku


Setiap embun pagi selalu sama, murni, bersih, menyejukkan.
Air yang mengalir dengan bebasnya.
Angin yang berhembus sesukanya.

Berbeda dengan perasaan kita.

Seperti awan yang berubah sewaktu-waktu.
Terkadang berarak dengan indahnya, melayang melindungi semua di bawahnya dari terik matahari. Tapi tekadang juga berubah menjadi hitam pekat mencambuk segalanya dengan petir, kemudian mengguyur derasnya.
Lalu memantulkan keindahan yang berwarna saat semua di bawahnya masih basah.

Setapak jalan di bukit-bukit,  naik turun bergelombang, terkadang berujung buntu lengkap dengan jurangnya.
Juga terkadang membuat bingung dengan banyaknya jalan baru seperti lorong-lorong gua yang berjejeran, dan itu harus dipilih.

Seperti itulah kita.

Detik berdetik tanpa henti, resah melihat waktu yang terus bergerak semantara diantara kita tidak pernah terjadi kejelasan. Tatap mata bertemu, senyum malu-malu, pura-pura menghindar. Pura-pura bertanya kabar. Merah merona ketika nama terucap. Saling membayangkan dan tersenyum sendiri. Oh sungguh indah dunia.

Aku tahu diantara kita saling menjaga diri. Tidak banyak hal yang bisa kau lakukan selain menungguku. Tidak lebih dari itu. Sebab diantara kita bukanlah siapa-siapa.
Perasaan yang kita miliki tidak lantas membuat kita menjadi saling memiliki kan?

Sebab setiap perasaan memerlukan tindakan. Dan tindakan itu haruslah bertujuan. Bila aku menujumu, ingatkan aku untuk berpaling kepada Tuhan lewat matamu. Bertanyalah kabar tentang ibadahku. Bantu aku menjadi pantas.

Diantara kita tercipta hamparan berwujud jarak. Meski pada kenyataannya kita bertemu dan saling sapa setiap hari. Berada dalam satu tempat yang sama. Jarak yang akan hilang dengan beberapa ikrar kata.

Lalu mengenai waktu, seperti kita tahu, tidak pernah bisa diajak berkompromi. Tapi akan kucoba untuk berteman dengannya lalu kuajak untuk memihak kita. Akan kutemui pemilik waktu.
Selagi itu, diantara kita tetap diam.










Cukup curahkan segala harapan hanya padaNYA..

Aku ingin mengatakan sesuatu.

Akan terdengar penuh tantangan dan perjuangan. Sekaligus menjadi bentuk harapan.

Aku kini dalam perjalanan..
bersama dan seizin pemilik waktu,

jadi..

"Tunggulah Aku"







Blogroll