"Seperti biasa tiap pergantian tahun baru semua orang mempunyai harapan-harapan dengan tujuan akan tercapai apa-apa yang belum tercapai ditahun sebelumnya, rencana-rencana serta berbagai skejul yang telah dibungkus secara rapih.."
perlu waktu untuk merenungkan hal ini pikirku, namun tak terlalu lama. Dimalam akhir tahun kuhabiskan malam dengan mengunjungi suatu tempat yang menurutku menjadi tempat “pelarian” jikalau pikiran terasa bosan atau tak ada agenda kegiatan. Tempat itu entah mengapa telah menjadi rumah kedua bagi diriku.
Disana aku duduk sambil “memantengin” layar laptop. Detik demi detik , menit demi menit serta jam demi jam.. kusimak pergantian waktu menuju akhir tahun dengan menonton lewat jejaring social ini. Yaa ! kuperhatihan semua orang terlihat sibuk mengabarkan apa yang mereka lakukan agar melewati momen ini tak begitu saja , pikirku demikian. Beberapa dari mereka tentu ada yang kukenal secara baik dan ada juga yang belum sama sekali bertemu. Tapi itu tak penting. Kembali lagi kepada diriku, masih berpikir apa yang mesti kuucapkan atau apa saja yang pantas guna memaknai momen ini?
sejenak kulihat kanan dan kiri, teman-temanku juga terlihat melakukan hal yang sama seperti yang kulakukan. Hanya sedikit berbeda, mereka terlihat lebih memilih untuk mencari bahan untuk menghibur diri di internet.
Kuajak mereka untuk menonton filem yg ada dalam laptop yg kubawa, mereka mengiyakan dan kami pun mulai menonton. Sengaja kupilih filem yang memuat hikmah tentang “semangat, perjuangan, pantang menyerah,kesabaran, keberanian dan keyakinan” nilai yang bisa diambil dari filem itu.
kami hanyut dalam suasana filem sampai hujan yang turun dan bahkan pergantian tahun melintas sementara kami masih menonton. Ternyata begitu saja melewati. Wah!
saat pikiranku sadar bahwa telah melewati pergantian tahun , diriku berusaha berpikir lebih dalam dan jauh lebih dalam lagi seakan bertanya kepada diriku yang lain.
“Bagaimana ini? tahun telah terlewati.. apa yang kulakukan atau apa yang mesti kupikirkan??”
sejenak menenangkan agar lebih tenang, seakan diriku yang lain menjawab, “Laah!! Memangnya kenapa? Pergantian tahun memangnya ada yang harus kamu perbuat? Apa manfaatnya ? atau apa wajibnya ? jangan berpikir tentang waktu yang berganti, tapi pikirkan dirimu dengan waktu yang terus bergulir ini !!? seberapa berguna dirimu bagi semua? Bicara waktu, kamu juga tahu sesungguhnya semua orang dalam kerugian?? Sebagai pikiranmu ,aku sarankan dirimu perbaikilah dirimu, perbanyak bersyukur!!”
jleb! Semua kebingungan terjawab seketika..
waktu telah memasuki dini hari, setelah usai aku segera pulang kerumah. Sepanjang jalan yang sunyi sepi dihiasi hujan yang terus berguyur. Tak ada suara petasan, tak ada suara terompet , sepanjang jalan kanan kiri terlihat beberapa orang meneduh dari air hujan, aku terus melaju sambil diikuti hujan. Menambah kental tentang suasana yang baru kualami.. yaa hanya mengalami suatu pemikiran.
Esok pagi dihari pertama awal tahun, dalam rumah. Kucoba merangkumcdalam pikiranku mengenai kejadian apa semenjak malam terakhir diakhir tahun sampai hari pertama diawal tahun. Setelah mantap, kubuat tulisan ini , kubuat tulisan ini yang bisa kuanggap sebagai refleksi pergantian tahun.
Lalu apa intinya tulisan ini sampai pada kalimat saat ini? Kuakui belum ada suatu klimaks atau apapun sebutannya. Karena ini bukan cerita umum tentang penokohan, apapaun itu .
Kulihat suasana kehidupan isi rumah, ada ibu yang sibuk didapur, keponakan yang asyik menonton film kartun serta kaka perempuan yang sibuk dengan warung sayur mayur bahan pokok.
dari merekalah kudapat inti dari tulisan ini, yaitu tentang apa yang mesti diperhatikan dalam tahun yang baru. Lho? Bukannya pemandangan seperti ini adalah hal yang biasa?? Setiap hari memang begitu? Yaa memang benar. Terkadang apa yang terlihat itu tak seperti yang terlihat, kita perlu melihat dari sisi yang lain.
tahun yang baru telah hadir, apa yang telah dialami selama tahun sebelumnya kita perlu bersyukur.
Yaa teringat saat pergolakan pemikiran semalam, kata bersyukur menjadi penutup atas kebingunganku semalam.
Terkadang perlu mengalami suatu hal untuk menyadarkan akan pentingnya bersyukur.
sampai saat ini diriku masih bisa melihat ibu dan keluarga dalam keadaan sehat, dan yang terpenting masih bisa untuk melakukan bersyukur serta minta maaf.
Kita tak pernah bisa membayangkan bagaimana jika hidup tanpa keluarga? Tanpa orang yang dicnta dan disayangi, Adakah semangat ??
coba tengok, satu dua tiga tetangga disekitar, bagaimana keadaan mereka? Mungkin ada yang telah kehilangan anggota keluarga, mungkin juga hidup tak lebih baik dari kita. Dari yang terdekat saja bisa menyadari akan pentingnya bersyukur. Lalu tentang merasa bukan siapa-siapa didunia ini. Dan tidak ada apa-apanya dibandingkan DIA.
Tak akan ada habisnya jika menafsirkan arti bersyukur dalam kehidupan sehari-hari. Akan berhubungan dengan semua hal.
Kita tak pernah tau kapan Allah akan merenggut hal-hal indah dari hidup kita dengan berupa ujian dan cobaan.
Sampai hal itu akan tiba, perbanyaklah bersyukur dan mohon ampun. Berbaktilah selagi mereka masih ada.
Alhamdulillah
Terimakasih karena masih bisa mengingat akan pentingya syukur.
Wallahu’alam bisshowab.
Asep Sahwani
{bukan penulis, hanya berusaha 'mengikat' tiap momen dengan tulisan}
*diposting facebook pada : 1 Januari 2014 pukul 11:55





0 comments:
Post a Comment